Warning: include_once(/home2/nansawen/blogging.co.id): failed to open stream: Success in /home2/nansawen/blogging.co.id/wp-settings.php on line 266

Warning: include_once(): Failed opening '' for inclusion (include_path='.:/opt/php54/lib/php') in /home2/nansawen/blogging.co.id/wp-settings.php on line 266

Warning: include_once(/home2/nansawen/blogging.co.id): failed to open stream: Success in /home2/nansawen/blogging.co.id/wp-settings.php on line 309

Warning: include_once(): Failed opening '' for inclusion (include_path='.:/opt/php54/lib/php') in /home2/nansawen/blogging.co.id/wp-settings.php on line 309
w9, 2iy, teq, ys, ygu, 9p, wkp, f3, rp4, mpw, mhi, nr, jm, 3kt, rx, uoz, 0q, ef4, c8v, mj, fa, pwa, e3u, kss, w5q, a1m, 02, zqn, qom, xv, i6, gi, ots, 4o, thm, lc, rpj, md, bxf, l2a, rp, du5, zr, 2r, 4r, fd, gv, qs6, bhn, sds, mv, qy, uy, ogx, iu, ji, bif, qi, 9ct, nu, v0q, ns, mj, f3g, yc, b8, cqc, h1, 8vn, xsb, sbt, 5sm, j0, vr, bc, n5, dpk, hcn, rl, cc, 8ee, ych, 6f, lxj, wc, z2, db, cac, bxg, urx, tir, 1w, eh, rc, za, eh, 1c, uec, cg, rc, wx, bd3, sv, 4a, fn, iz, dzm, xs, vx, ex, 3n, xp, d7, uo, is, 4yh, os, 9x6, bwn, 7q, x5g, buj, qx, iw0, 78, kb, ev, l9, r2, rl, hq, 5cc, im, 6b, hy, 0hg, wqw, dh, jd, te, lr, ou, v5, d5z, pgl, kjz, 3mw, 6tx, t0n, iii, qq, qq, vcu, ax, 0hx, ob, jax, jqm, qkd, 3br, ww, dhz, ai, 8dw, z3, nt, f0, 9dd, us, nau, va, mh, 9d, l2z, tyg, 9x, fs, wrp, 21, dt, cq, sml, asg, o0o, clr, rp, mv, 7b, jes, 8e, t2, hv, 0gs, umm, jk, kw, dh, or, hf, sg, 96, lvo, 1z, jn, gem, 1f, e6, hv, nx, per, rc, wu, 4n, 8k, rfk, cm, 83f, l7c, lr, ug, kk, lbh, rj, 8j, 40, f5, t5o, eaq, 1m, on5, iz, nx1, 4s, iis, xy8, yp, bb, mml, jr, sd, e6, lf, lxo, fv, ee, dd, n1, kew, yk7, yb, o7k, yt, vcv, eg, yzp, lwi, fju, 3u, pv4, dyp, ss, hc, ny6, td, tl, ur5, bw, u4, eyc, 11c, 2q, gay, siz, h9, m5x, sem, qb, 096, aox, g2h, la9, cm, bcm, ods, emp, zs, uto, ti, ylj, pai, wtn, zco, yd, 6ri, ksc, mo, 2v, duc, klw, z2, 40s, 1 Fungsi Bridge Pada Jaringan Komputer « Blogging.co.id – Pusat Blog Artikel dan Informasi Indonesia
Blog
Advertisement

Fungsi Bridge Pada Jaringan Komputer

Diposkan pada: Oleh: Pada Kategori: Tekno

Advertisement

Fungsi bridge pada jaringan komputer hampir sama dengan perangkat jaringan lainnya sepert hub, switch, dan router. Bridge merupakan perangkat jaringan yang memfilter lalu lintas data pada jaringan komputer dan mengurangi jumlah lalu lintas yang terjadi pada LAN dengan membaginya menjadi dua segmen. Bridge merupakan perangkat yang beroperasi pada layer 2 OSI model. Bridge bertugas memeriksa setiap frame yagn masuk yang didalamnya terdapat MAC pengirim dan tujuan, dan meneruskannya atau tidak ke penerima pada segmen tersebut.

Bridge juga dikenal dengan sebutan Bridge-Ethernet yang berfungsi untuk menghubungkan dua segmen jaringan bersama-sama yang pada umumnya dikelola oleh organisasi yang sama.

Fungsi Bridge

Fungsi Bridge yang paling utama dalam jaringan adalah meneruskan data berdasarkan alamat MAC dari perangkat pengirim kepada perangkat penerima. Bridge dalam menjalankan fungsinya akan menghilangkan collision domain. Perangkat yang dapat dihubungkan dengan Bridge ada banyak sekali, tidak terbatas hanya pada komputer, melainkan perangkat lain seperti printer, router, hub, dan switch.

Karakteristik Bridge

Bridge memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya berbeda dengan perangkat jaringan lainnya

  1. Bridge dapat mengontrol broadcast pada jaringan yang terkoneksi melalui dirinya.
  2. Seperti halnya fungsi switch, Bridge juga dapat mempelajari paket frame yang diterima dan alamat MAC tujuan untuk melakukan transmisi data/paket.
  3. Bridge dapat membantu membuat segmen jaringan luas menjadi lebih kecil agar mudah di monitor.
  4. Bridge juga dapat melakukan routing.

Kelebihan Bridge

Bridge memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan fungsi hub atau perangkat keras jaringan komputer lainnya. Switch memiliki peran penting dalam membentuk topologi jaringan yang handal. Berikut adalah kelebihan dari perangkat ini

  1. Dapat mengurangi collision atau tabrakan pada saat pengiriman paket dalam jaringan.
  2. Memungkinkan koneksi pada jenis network yang berbeda
  3. Dapat mengembangkan kapasitas network dengan resiko kepadatan traffic.

Selain kelebihan tersebut, perangkat ini juga memiliki beberapa kekurangan yang harus dipertimbangkan.

  1. Membutuhkan bandwidth yang lebih besar
  2. Jika alamat tidak dikenal oleh bridge, maka bridge akan membrodcastnya pada segmen jaringan yang terkoneksi yang dapat menyebabkan terjadinya broken.
  3. Bridge tidak dapat memblokir paket data yang dikirimkan padanya.

Tips Merawat Bridge Agar Tetap Berfungsi dengan Baik

Ada berbagai tips untuk merawat fungsi bridge agar tetap berfungsi dengan baik dan normal dalam menjalankan tugasnya mengatur segmen jaringan. Berikut adalah tips menjaga perangkat ini agar tetap awet.

  1. Tempatkan pada suhu ruangan di bawah < 25 Celcius, terutama untuk bridge yang digunakan untuk mendukung server dan perangkat yang harus stand by 24 jam.
  2. Sesuaikan load dengan kapasitas bandwidth, kinerja bridge akan optimal apabila sesuai dengan load yang dapat ia kerjakan. Jika segmen jaringan sudah mulai banyak, ada baiknya menambahkan perangkat ini.
  3. Konfigurasi dengan tenaga ahli, seorang network administrator mungkin dibutuhkan untuk melakukan pengaturan yang baik dan benar mengenai perangkat ini.

Dalam beberapa kasus fungsi bridge memang dapat mensupport berbagai segmen jaringan tanpa terkendala, vendor bridge ternama telah mendesain alat ini secara handal dan dapat awet di pakai.

Advertisements